Skip to main content

Liburan

6 November 2025

 

Ekonomi liburan yang baru: Koneksi adalah mata uang yang sesungguhnya

Berikut adalah tiga cara teknologi mengubah belanja liburan tahun ini.

logo google

Sarah Levitsky

Specialist,

Global Communications,

Mastercard

Di bidang teknologi

In Tech adalah fitur reguler kami yang menyoroti apa yang dibicarakan orang di dunia teknologi - mulai dari kripto dan NFT hingga kota pintar dan keamanan siber. 

 

Liburan adalah momen yang menentukan bagi para peritel. Namun tahun ini, kompetisi yang sesungguhnya bukan hanya tentang siapa yang memiliki penawaran terbaik - tetapi juga siapa yang memiliki teknologi terbaik.

Pada tahun 2025, diproyeksikan lebih banyak uang yang akan dibelanjakan secara online daripada di toko, menandai titik balik besar bagi industri ritel. Mulai dari asisten belanja yang digerakkan oleh AI hingga panduan hadiah yang dinamis dan toko yang terhubung, teknologi mengubah cara kita berbelanja, membelanjakan, dan merayakannya.

Bersama-sama, pergeseran ini menunjukkan satu kebenaran: Masa depan belanja liburan bukanlah tentang di mana hal itu terjadi, tetapi lebih kepada bagaimana hal itu terjadi.

 

AI adalah penolong liburan yang baru

Kecerdasan buatan menjadi pusat perhatian di musim belanja liburan tahun ini, dan peritel besar berada di balik beberapa dorongan yang paling ambisius.

Sebagai contoh, Walmart meluncurkan kemitraan baru dengan OpenAI yang memungkinkan pelanggan untuk berbelanja di Walmart secara langsung melalui ChatGPT. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Walmart yang lebih besar untuk menggabungkan AI ke dalam setiap bagian dari perjalanan belanja, menyatukan belanja berbasis chatting dengan fitur-fitur pintar baru dari aplikasi.

Alat-alat tersebut berkisar dari fasilitas sederhana seperti peringatan penghematan di dalam toko dan pencari lorong waktu nyata hingga pengalaman yang lebih mendalam, seperti daftar keinginan dan pratinjau 3D atau augmented-reality yang memungkinkan pembeli melihat dekorasi dan hadiah sebelum membeli.

Bersama-sama, kemajuan ini menandakan pergeseran dari belanja "cari dan gulir" tradisional ke arah bantuan yang lebih dinamis dan dipersonalisasi di mana konsumen dapat menanyakan apa yang mereka butuhkan dalam bahasa alami dan mendapatkan rekomendasi yang telah dikurasi sebagai imbalannya.

Langkah ini juga mencerminkan tren industri yang lebih luas: Ketika asisten AI menjadi lebih sadar konteks dan digerakkan oleh multimedia, pengecer berlomba untuk membangun pengalaman yang terasa intuitif dan individual. Bagi pembeli, ini berarti lebih sedikit waktu untuk berpindah-pindah tab dan lebih banyak waktu untuk mendapatkan apa yang mereka cari.

 

Jaringan di balik keajaiban

Di balik setiap pembayaran yang lancar dan pembaruan inventaris secara real-time, ada sesuatu yang jarang dipikirkan oleh para pembeli: jaringan yang membuat semua itu berjalan.

Pada musim liburan ini, para peritel mengandalkan konektivitas yang lebih cerdas dan lebih cepat untuk membuat belanja terasa mudah, baik itu checkout seluler yang aman, pembaruan inventaris secara langsung, atau Wi-Fi yang cukup kuat untuk menangani kerumunan pembeli yang saling terhubung. Banyak toko yang meningkatkan kejaringan fleksibel berbasis cloud (dikenal sebagai SD-WAN) yang dapat menangani lonjakan lalu lintas yang besar dan menjaga agar data tetap mengalir di antara toko dan gudang tanpa hambatan.

Inilah yang membuat pengalaman terhubung saat ini menjadi mungkin - mulai dari ruang pas virtual dan "cermin ajaib" yang menyarankan pasangan pakaian hingga suar di dalam toko yang mengubah belanja menjadi semacam permainan. Jaringan yang tepat bahkan dapat membantu peritel mengelola alat bantu suara dan video yang membuat staf tetap terhubung di seluruh lokasi dan siap membantu pelanggan secara real-time.

Singkatnya, keajaiban ritel modern yang sebenarnya lebih dari sekadar apa yang Anda lihat di rak-rak, tetapi juga jaringan teknologi yang tak terlihat yang menggerakkan semuanya di balik layar.

 

Panduan hadiah menjadi algoritmik

Pada saat yang sama, panduan hadiah yang sederhana mendapatkan peningkatan teknologi tinggi. Dulunya berupa daftar pilihan editor yang statis, kini panduan hadiah menjadi dinamis, mesin penemuan berbasis data yang didukung oleh AI dan dipersonalisasi untuk setiap jenis pembeli.

Peritel dan pasar seperti Lyst menggabungkan wawasan algoritmik dengan kurasi manusia untuk menampilkan hadiah yang tidak hanya sesuai dengan demografi, tetapi juga niat dan perilaku. Panduan yang paling banyak diklik di Lyst tahun lalu, misalnya, menyoroti "hadiah pernyataan subversif" - bayangkan potongan-potongan mode yang mencolok seperti tas tangan berbentuk merpati atau aksesori yang berani dan memicu perbincangan yang juga berfungsi sebagai karya seni.

Di balik layar, AI melacak perubahan harga, tingkat inventaris, dan istilah pencarian yang sedang tren agar panduan selalu terbarui secara real time. Seperti yang dikatakan oleh seorang pakar industri, penyebutan dalam panduan ini sekarang bertindak sebagai "sinyal" yang dapat membentuk bagaimana AI menampilkan merek di seluruh platform pencarian dan belanja.

Ke depannya, penempatan hari ini dalam panduan hadiah dapat memengaruhi visibilitas tahun depan dalam hasil pencarian yang didukung oleh AI pembeli.

 

Gambaran yang lebih besar

Baik itu perencanaan pesta yang digerakkan oleh AI, toko berjejaring yang memperbarui stok dalam hitungan detik, atau panduan hadiah yang dipersonalisasi yang dapat beradaptasi dengan cepat, satu hal yang jelas: teknologi tidak lagi mendukung musim belanja liburan, tetapi justru mendefinisikannya.

Pemenang tahun ini tidak hanya menawarkan harga terbaik, tetapi juga pengalaman terbaik.

Tren pengeluaran liburan yang belum terungkap

Jelajahi bagaimana pola belanja ritel berkembang, dengan e-commerce yang melampaui pertumbuhan di dalam toko.

A woman looks at her laptop on a desk in a room decorated with holiday lights.