Diterbitkan: Agustus 2026
Seiring pertumbuhan usaha kecil dan menengah, kartu virtual sering kali mulai memainkan peran yang jauh lebih besar.
Apa yang mungkin dimulai sebagai cara untuk melakukan pembayaran yang aman atau mengelola satu pengeluaran dapat berkembang menjadi cara yang lebih luas untuk mengontrol, melacak, dan mengelola pengeluaran di seluruh bisnis.
Pada titik tersebut, kartu virtual bukan lagi sekadar alat pembayaran. Kartu tersebut Become bagian dari cara bisnis beroperasi.
Dalam artikel kami sebelumnya, Virtual cards, evolved dan Virtual cards: from security to confidence at scale, kami melihat bagaimana kartu virtual telah berkembang dari solusi pembayaran yang baru muncul menjadi cara tepercaya untuk mengelola dan mengontrol pengeluaran di seluruh bisnis.
Sekarang, kita melihat apa yang akan terjadi selanjutnya: bagaimana bisnis dapat mengintegrasikan kartu virtual ke dalam operasi sehari-hari seiring pertumbuhan mereka.
Apa itu kartu virtual?
Kartu virtual adalah kredensial pembayaran digital yang memungkinkan bisnis melakukan pembayaran tanpa menggunakan kartu fisik. Kartu ini dapat dibuat untuk karyawan, pemasok, pembelian, atau periode waktu tertentu, dengan kontrol yang terintegrasi sejak awal.
Misalnya, bisnis dapat menetapkan berapa banyak yang dapat dibelanjakan, di mana kartu dapat digunakan, dan kapan kartu tersebut kedaluwarsa. Hal ini memberikan bisnis lebih banyak kendali atas pengeluaran dan mengurangi kebutuhan untuk membagikan detail kartu fisik ke seluruh tim.
Sinyal utama dari pasar
Seiring pertumbuhan bisnis, kartu virtual become semakin penting bagi cara mereka beroperasi.
Bisnis dengan kurang dari 50 karyawan mungkin dapat mengelola pengeluaran melalui lembar kerja, email, dan sejumlah kecil proses bersama. Seiring dengan semakin banyaknya orang dan tim yang terlibat, hal itu dapat dengan cepat Become sulit untuk dikelola.
Bisnis perlu mengetahui siapa yang melakukan pengeluaran, untuk apa pengeluaran tersebut, apakah pembelian mematuhi kebijakan perusahaan, dan bagaimana hal itu akan direkonsiliasi.
Tidak mengherankan bahwa di antara UKM dengan pendapatan tertinggi secara global, 88% menganggap kartu virtual sebagai hal yang penting untuk operasional sehari-hari mereka. Di antara 5% teratas, angka tersebut naik menjadi 96%.
Hal ini masuk akal. Bisnis yang lebih besar biasanya memiliki lebih banyak karyawan, lebih banyak pemasok, dan lebih banyak pembayaran untuk dikelola. Mereka juga memerlukan kontrol yang lebih kuat, visibilitas yang lebih baik, dan integrasi yang lebih erat dengan sistem akuntansi dan keuangan mereka.
Namun, setiap perjalanan kartu virtual dimulai dari suatu tempat.
Bagi banyak bisnis, pengeluaran karyawan adalah langkah pertama. Di antara UKM yang belum menggunakan kartu virtual, 57% secara global mengatakan bahwa mereka akan mulai menggunakannya untuk pengeluaran karyawan. Ini sudah menjadi salah satu kasus penggunaan kartu virtual yang paling umum bagi UKM di seluruh dunia.
Tantangannya adalah bahwa apa yang berhasil untuk bisnis yang sangat kecil mungkin tidak berhasil seiring berkembangnya perusahaan.
Di AS, hampir separuh UKM menyatakan bahwa mengelola kartu virtual dalam skala besar bisa terasa rumit, terutama ketika alur kerja terfragmentasi atau sistem tidak bekerja dengan baik satu sama lain.
Di sinilah letak tantangan yang sebenarnya.
Masalahnya biasanya bukan apakah kartu virtual aman atau diterima secara luas. Masalahnya adalah apakah bisnis dapat mengelolanya secara konsisten di seluruh karyawan, tim, dan sistem.
Bagi bisnis yang sedang berkembang, hal itu dapat menentukan apakah kartu virtual menciptakan kepercayaan atau menambah kompleksitas.
Untuk bisnis yang sedang berkembang, manajemen pengeluaran adalah yang utama
Seiring bisnis beralih ke pasar menengah, kebutuhan mereka pun berubah.
Mereka tidak lagi hanya bertanya apakah kartu virtual berfungsi. Mereka bertanya:
Kartu virtual dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan memberikan kontrol lebih besar kepada bisnis atas bagaimana uang dibelanjakan.
Kartu ini memungkinkan bisnis untuk menetapkan batas pengeluaran yang disesuaikan, meningkatkan visibilitas terhadap pengeluaran, dan memberikan kemampuan kepada karyawan untuk melakukan pembelian yang diperlukan tanpa kehilangan pengawasan.
Bagi banyak bisnis, di situlah letak nilai sebenarnya. Ini adalah rasa percaya diri untuk mendelegasikan pengeluaran tanpa kehilangan kendali, menjaga visibilitas di seluruh tim, dan menerapkan kebijakan perusahaan secara lebih konsisten seiring pertumbuhan organisasi.
Dari pembayaran sekali jalan hingga operasional sehari-hari
Pertumbuhan bisnis tidak hanya menciptakan lebih banyak transaksi. Hal ini membuat pengelolaan transaksi tersebut menjadi lebih kompleks.
Seiring hal itu terjadi, peran kartu virtual pun berubah. Penggunaannya beralih dari sekadar untuk pembayaran individu menjadi bagian dari pendekatan yang lebih luas untuk mengelola pengeluaran di seluruh bisnis.
Ketika kartu virtual dibangun ke dalam proses sehari-hari dan dihubungkan ke sistem yang sudah digunakan oleh bisnis, kartu tersebut dapat mendukung kontrol, visibilitas, dan efisiensi yang lebih besar.
Saat itulah kartu tersebut become lebih dari sekadar cara untuk membayar. Kartu tersebut become bagian dari cara bisnis beroperasi dan berkembang.
Pelajari bagaimana kartu virtual dapat mendukung pertumbuhan UKM dan penggunaan kartu, serta ikuti seri ini untuk insight lebih lanjut.
Terus ikuti seri kami tentang kartu virtual.
[1] Riset Kartu Virtual Global, Kaiser Associates, ditugaskan oleh Mastercard, 2025.